Inspiratif! Kisah Penjual Kerupuk yang Rela Beri Makan ODGJ, Meski Hidup Serba Kekurangan

oleh -391 views
Kisah Penjual Kerupuk yang Rela Beri Makan ODGJ
Kisah Penjual Kerupuk yang Rela Beri Makan ODGJ

Sebagai seorang manusia, tentu kita harus saling tolong-menolong kepada setiap yang membutuhkan. Untuk membantu seseorang, tak perlu ketika saat memiliki banyak harta.

Walau dalam hidup serba sederhana, kita juga bisa berbagi dengan yang lainnya. Seperti halnya Mbah Saidi, seorang penjual kerupuk asal Bandar Lampung.

Keseharian dalam hidupnya benar-benar sangat menyentuh siapapun yang mengetahuinya. Bagaimana tidak, meski dalam kondisi serba kekurangan, ia dan juga istrinya selalu berbagi makanan dengan Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ). Keduanya bahkan kerap kali hanya makan nasi dan garam demi bisa memberi makan ODGJ tersebut dengan layak.

Dilansir kitabisa.com, Mbah Saidi sehari-harinya berjalan puluhan kilometer, menjajakan dagangannya berupa aneka macam kerupuk keliling kota Bandar Lampung.

“Kerupuk yang saya jual ini, yang besar saya jual Rp 15 ribu dapat untung Rp 2 ribu, yang kecil saya jual Rp 7 ribu dapat untung seribu. Kalau lagi mujur, seharian keliling bisa dapat untung Rp 30 ribu. Kalau sekarang sulit, laku 5 bungkus aja udah alhamdulillah, pulang malem bisa bawa uang Rp 10 ribu,” kata Mbah Saidi.

Meskipun begitu, dagangan Mbah Saidi tak selalu bisa laku. Kerap kali dagangannya bahkan tak laku satupun hingga mbah dan istrinya hanya bisa minum air putih saja lantaran tak mendapat uang. Mbah kerap sedih karena seringkali tak membawa uang.

Baca Juga:  Sudah 73 Tahun Bersama, Tangis Kakek Ini Pecah saat Ditinggal Mendiang Istrinya

Setiap harinya, selalu saja ada ODGJ yang datang ke rumahnya untuk mengambil makanan, sehingga dirinya dan sang istri rela untuk tak makan. Ketika Mbah Saidi bisa membawa uang lebih, ia rela hanya makan dengan garam atau ikan asin saja demi bisa memberi makan yang layak kepada para ODGJ.

“Kasihan mereka mas, saya dan istri masih bisa hidup normal dan tidur dengan layak. Mereka (ODGJ) itu butuh perhatian dan kasih sayang kita,” ucapnya.

Mbah Saidi sendiri diketahui tinggal di rumah kontrakan dengan uang sewa Rp10 juta per tahun. Ia dikaruniai seorang anak dari pernikahannya dengan sang istri, namun dengan kondisi yang juga seadanya.