Kakek Bersepeda Sejauh 15 Km demi Vaksin, Ingin Tetap Sehat karena Harus Cari Nafkah

oleh -308 views
Kakek  Bersepeda Sejauh 15 Km demi Vaksin
Kakek Bersepeda Sejauh 15 Km demi Vaksin

Cerita Safar, seorang kakek berusia 64 tahun asal Makassar, Sulawesi Selatan yang berjuang demi mendapatkan vaksin, viral di media sosial.

Sosok Safar menjadi viral lantaran rela bersepeda sejauh 15 kilometer demi mendapatkan vaksin Covid-19.

Cerita tersebut diunggah oleh dokter sekaligus konten kreator kesehatan, dr Helmiyadi Kuswardhana, SpOT di akun TikTok pribadi-nya, pada Rabu (28/7/2021) kemarin.

dr Helmi bercerita, kejadian tersebut berlangsung pada Rabu (28/7/2021) pukul 14.00 WITA di lokasi vaksinasi massal, Mall Nipah, Makassar, Sulawesi Selatan.

Menurut dr Helmi, awalnya Safar terlihat hanya berdiri mematung di tengah antrean peserta vaksinasi. Merasa tersentuh saat melihatnya, dr Helmi yang tengah mendokumentasikan vaksinasi massal pun mencoba menghampirinya.

“Bapaknya nggak ngapa-ngapain hanya berdiri saja. Pakaiannya sederhana, tapi cukup rapi untuk naik sepeda, pakai sepatu usang.”

“Lalu jam tangannya saya lihat sudah mati, mungkin ingin tampil gagah dan rapi, itu yang menyentuh saya,” ujar dr Helmi.

Setelah dihampiri, rupanya Safar tidak tahu cara mendaftar vaksin secara online karena tak memiliki handphone. Kemudian, dr Helmi pun memanggil panitia guna membantunya mendaftar vaksinasi secara offline.

Setelah mendapat giliran vaksin, Safar bercerita sudah menunggu sejak pagi hari. Bahkan, Safar yang bekerja di tempat pencucian mobil di pinggiran Kota Makassar ini meminjam sepeda temannya untuk bisa sampai ke lokasi vaksinasi.

“Dia tahu informasi vaksin ini dari teman-teman di tempat kerjanya, jadi makanya antusias sekali sampai pinjem sepeda temannya,” kata dr Helmi.

Menurut dr Helmi, Safar lolos dalam pemeriksaan peserta vaksin meski sempat mengeluh pegal-pegal setelah mengayuh sepeda sejauh 15 kilometer.

Kemudian, setelah berhasil divaksin, Safar merasa sangat senang karena sudah datang dari jauh.

“Tensinya normal, hanya pegal kakinya karena mengayuh sepeda, tapi dia senang karena bisa vaksin.”

“Katanya sudah datang jauh-jauh, alhamdulillah bisa vaksin,” ungkap pemilik akun Instagram @dr.helmiyadi_hk ini.

Di sisi lain, dr Helmi mengatakan, rupanya Safar sudah lama ingin melakukan vaksin. Namun, ia sempat ditakut-takuti oleh orang-orang di sekitarnya yang menyebut vaksin bisa membuat orang terpapar Covid-19 dan mengalami kematian.

Untungnya, keinginan Safar untuk tetap sehat karena harus mencari nafkah demi keluarganya lebih besar dari ucapan orang-orang di sekitarnya.

Baca Juga:  Bikin Enggak Tega, Seorang Kakek Renta Berjualan Kerupuk Sampai Larut Malam, Pembelinya Sepi

Akhirnya, Safar pun rela mengayuh sepeda pinjaman dari temannya sejauh 15 kilometer demi mengikuti vaksin.

“Katanya karena nggak mau terinfeksi Covid-19 saja, dia bilang ‘nanti kalau sakit siapa yang cari nafkah’.”

“Dia bilang kerja di tempat cuci mobil, jadi dia harus sehat tidak boleh sakit, salah satu caranya ya vaksin, biar orang mau bilang apa,” ungkap dr Helmi menirukan ucapan Safar.

@dr.helmiyadi_spot

15 kilometer mengayuh sepeda hanya untuk ikut divaksin ##covid19 ##pandemi ##IDImakassar ##KallaGrup ##fypシ

♬ Denting – Fadhilah Intan ✨

Meski saat ini antusiasme warga mengikuti vaksin cukup tinggi, namun dr Helmi mengaku baru pertama kali menemui peserta seperti Safar.

Untuk itu, dr Helmi berencana mencari keberadaannya karena banyak warganet yang mengaku ingin memberikan donasi.

“Baru kali ini saya mendapatkan peserta yang jauh sampai berkilo-kilometer untuk vaksin.”

“Makanya banyak yang mau donasi, sampai ada yang mau jemput saat vaksin kedua dan mau belikan smartphone supaya bisa daftar online.”

“Nanti sore saya mau cari ke daerahnya,” ungkap pemilik channel Youtube dr. Helmiyadi SpOT ini.

Terakhir, dr Helmi pun mengimbau agar masyarakat yang masih enggan divaksin belajar dari sosok Safar.

Menurutnya, dalam menghadapi pandemi Covid-19, seluruh masyarakat harus sepakat untuk tertib protokol kesehatan dan melakukan vaksinasi.

Ia mengingatkan, meski telah vaksin, masyarakat memang bisa terpapar Covid-19. Namun, resiko terkena gejala yang lebih berat hingga kematian bisa diantisipasi dengan vaksin.

“Belajarlah dari Bapak ini (Safar), walau sudah dipengaruhi apa pun, dia tetap vaksin.”

“Namanya kita ikhtiar supaya terbebas dari pandemi ini karena herd immunity ini 80 persen harus divaksin supaya kita bisa seperti di luar negeri yang bisa lepas masker,” pungkasnya.