Mengapa Malaikat Mikail Tak Pernah Tersenyum?

oleh -482 views
Mengapa Malaikat Mikail Tak Pernah Tersenyum?
Mengapa Malaikat Mikail Tak Pernah Tersenyum?

NAMA malaikat Mikail disebutkan dalam al-Quran, tepatnya di surat al-Baqarah, “Barang siapa yang menjadi musuh Allah, malaikat-malaikat-Nya, rasul-rasul-Nya, Jibril dan Mikail, maka sesungguhnya Allah adalah musuh orang-orang kafir.” (QS. al-Baqarah: 98)

Tidak semua nama malaikat disebutkan dalam al-Quran. Hanya beberapa Malaikat saja yang namanya disebutkan dalam al-Quran. Diantaranya adalah Mikail. Yang ini menunjukkan keistimewaan Mikail alaihis salam . Dalam ayat di atas, Allah menegaskan bahwa Allah memusuhi orang yang memusuhi Mikail. Dan bahwa musuh Mikail adalah orang kafir.

Malaikat Mikail bertugas mengatur hujan dan pepohonan. Dari Alqamah bin Martsad, dari Abdurrahman bin Sabith, beliau mengatakan, “Ada 4 malaikat yang mengatur urusan: Jibril, Mikail, Israfil dan Malaikat maut semoga shalawat dan salam tercurah untuk nabi kita dan mereka

Jibril mengatur angin dan pasukan, Mikail mengatur hujan dan pepohonan, malaikat maut yang mencabut nyawa, dan Israfil menyampaikan kepada mereka apa yang diperintahkan kepada mereka.” (HR. Abu Syaikh al-Ashbahani dalam al-Adzamah, no. 294. Hadis ini adalah hadis Maqthu, karena Abdurrahman bin Sabith adalah seorang tabiin).

Imam Ibnu Baz mengatakan, “Mikail adalah malaikat yang diperintahkan untuk mengatur hujan. Sementara Jibril adalah ar-Ruh al-Amin.” (Fatawa Ibnu Baz, no. 1452)

Terdapat hadis dari Anas bin Malik Radhiyallahu anhu, bahwa Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam pernah bertanya kepada Jibril, “Mengapa saya tidak pernah melihat mikail tersenyum?”

Jawab Jibril, “Mikail tidak lagi tersenyum sejak neraka diciptakan.”

Status hadis: Hadis ini diriwayatkan Imam Ahmad dalam al-Musnad 13343 dan ulama berbeda pendapat dalam menilai validitasnya. Sebagian ulama menilai hadis ini hasan, seperti al-Hafidz al-Iraqi (Takhrij Ihya, 4/181). Hadis ini juga diriwayatkan al-Ajuri dalam as-Syariah (no. 932). Meskipun ada juga ulama yang menilainya dhaif, seperti Syuaib al-Arnauth.

Demikian keterangan yang kami ketahui tentang Mikail. Allahu alam. [Ustadz Ammi Nur Baits]