Nasgor hingga Sarden, Mengintip Menu Sahur Soekarno Saat Perumusan Proklamasi

oleh -143 views
Mengintip Menu Sahur Soekarno Saat Perumusan Proklamasi

Soekarno bersama sejumlah tokoh nasional lain seperti Mohammad Hatta, Ahmad Subardjo berkumpul di rumah Laksamana Tadashi Muda Maeda pada Jumat dini hari, 17 Agustus 1945.

Kala itu hari ke-8 Ramadan saat mereka tengah berdiskusi dan berpikir dalam menyusun naskah proklamasi.

Selain ketiganya, di depan rumah juga berkumpul puluhan orang dari berbagai latar. Dari aktivis nasional hingga Anggota‎ Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI) berkumpul.

Saat ini rumah yang berlokasi di Jalan Imam Bonjol Nomor 1, Menteng, Jakarta Pusat itu diabadikan sebagai Museum Perumusan Naskah Proklamasi.

Dihimpun berbagai sumber, saat Soekarno cs duduk di ruang makan rumah Maeda, waktu menunjukkan pukul 02.00 WIB. Sekitar dua jam ketiganya berpikir keras memilih diksi yang tepat untuk teks proklamasi yang akan dibacakan Soekarno.

Setelah selesai merumuskan teks proklamasi, Soekarno sempat membacakan teks tersebut kepada hadiri yang berkumpul di depan rumah Maeda. Dua kali Soekarno membacanya perlahan dan seksama yang dua kali dijawab setuju oleh para hadirin.

Selesai dibacakan, Soekarno kemudian meminta Sayutik Melik untuk mengetik naskah tersebut. Maeda memerintahkan asistennya, Satzuki Mishima untuk meminjam mesin tik ke kantor militer Jepang.

Kemudian naskah ketikan ditandatangani Soekarno dan Hatta atas nama rakyat Indonesia.

Baca Juga:  Cerita Perjuangan Driver Ojol, Cari Powerbank yang Jatuh ke Aspal di Arus Lalu Lintas Padat

Di sela-sela perumusan itu, Mishima yang merupakan satu-satunya perempuan di sana saat itu diperintahkan Maeda memasak nasi goreng untuk sahur semua yang hadir di situ.

Selain nasi goreng, ada juga roti, telur, dan ikan sarden yang jadi menu santap sahur yang disiapkan ‘tuan rumah’ pada dini hari tersebut.

Setelah penyusunan naskah proklamasi di rumah Maeda itu, Soekarno cs kemudian pulang ke rumah masing-masing. Sementara naskah proklamasi dibacakan pada pukul 10.00 WIB di kediaman Soekarno di Jalan Pegangsaan Timur Nomor 56.

Kisah di balik menu sahur saat perumusan teks proklamasi ini kembali diposting oleh akun @sekolahnesiaa di Instagram. Beberapa warganet merespons dengan beragam komentar.

“Ahh jdi pengen makan nasgor topping ikan sarden,” ujar @ossa.maeda44.

“Kaya pernah liat ini di musium,” tambah @itsyourviant.

“yah dan kemerdekaan kita terjadi pada saat bulan ramadhan di hari jum’at,” ujar @bonecraft17.

Artikel Asli