Pengakuan Kasmito yang Dipenjara karena Bacok Maling Ikan: Kalau Gak Bela Diri, Saya Mati

oleh -560 views
Pengakuan Kasmito yang Dipenjara karena Bacok Maling Ikan

Kasmito (74) membeberkan alasan mengapa dia membacok maling bernama Marjani (38), yang hendak mencuri ikan di kolam yang dijaganya di Desa Pasir, Kecamatan Mijen, Kabupaten Demak, Jawa Tengah.

Kasmito mengaku dia terpaksa membacok Marjani pada 7 September 2021 lalu, karena disetrum lebih dulu dengan alat penangkap ikan.

“Soalnya saya disetrum sama orangnya. Disetrum, itu kena sarung, saya kan habis salat. Geblak saya. Terus saya bela diri. Kalau nggak bela diri saya mati,” kata Kasmito, Kamis (14/10/2021).

Kasmito juga kesal karena melihat banyak ikan di kolam tersebut mati mengambang karena disetrum. Akhirnya, dia membacok Marjani dua kali.

“Bacok dua kali, yang keras itu yang pertama, karena jengkel saya, soalnya satu kali, dua kali, itu ikannya mati semua. Terapung besar besar, ikan jepet, nila, sama tales,” kata dia.

Kasmito mengatakan kolam ikan majikannya itu sudah dua kali disatroni maling. Namun, dia tidak tahu apakah pelaku di kasus sebelumnya adalah Marjani atau maling ikan berbeda.

Baca Juga:  Miris! Pemuda Ini Jual Perabot Sampai Genteng Rumah Demi Pacar

Di malam itu, Marjani berada di kolam untuk mengambil ikan yang sudah mati. Saat ditegur oleh Kasmito, dia mengarahkan alat setrum ke kakinya.

“Soalnya itu kan (Marjani) di dalam air. Saya suruh mentas (naik) malah main setrum. Saya bela diri. Sekali itu saya panas, terus bacok, ini ndak kuat (punggung Marjani ndak kuat) kalau kuat ya mau nyetrum lagi. Saya sudah sampai loncat dua kali, itu orangnya jangkol batang pohon jambu. Itu hanya ndeprok, tidak kuat. Kalau kuat ya saya diburu,” ceritanya.

Artikel Asli