Tragis! Satu Keluarga Tewas Setelah Tertimbun Ratusan Lusin Pakaian di Gudang

oleh -769 views
Satu Keluarga Tewas Setelah Tertimbun Ratusan Lusin Pakaian

Sebuah keluarga tewas akibat tertimpa tumpukan baju di gudang penyimpanan toko pakaian di Jalan Pangeran Antasari, Banjarmasin, Kalimantan Selatan.

Mereka pertama kali ditemukan pada Jumat (10/9/2021) sekitar pukul 22.00 Wita dalam kondisi sudah tak bernyawa. 

Identitas korban adalah AS (42) dan istrinya, SK (33) serta anaknya SF (6). Tiga orang  tersebut tertimpa plastik-plastik yang berisi pakaian. 

Saat penemuan mayat, kondisi tubuh korban sudah menguarkan bau busuk. Bahkan, sebagian jenazah sudah menghitam karena telah lewat beberapa hari sejak meninggal.

Seorang warga bernama Alay yang ikut mengevakusi jenazah mengatakan, dirinya dan warga lain mesti menyingkirkan banyak tumpukan plastik berisi pakaian telrebih dulu untuk mengangkat para korban. 

“Posisinya tertindih tumpukan plastik berisi pakaian,” ujarnya, dilansir dari Tribun Banjarmasin. 

Gudang tempat keluarga itu tewas itu memang berisi banyak persediaan pakaian yang tersusun rapat hingga menumpuk di dindang dan menyentuh langit kamar. 

Warga sekitar bernama Ahmad mengatakan, rumah tersebut adalah milik H Kadir.

Selama ini AS dan istrinya dipercaya untuk tidur di gudang tersebut karena bekerja di toko pakaian di Pasar Sentra Antasari. 

“Rumah ini, selain ditempati keluarga itu, juga merupakan gudang baju. Tapi yang punya, tidak tinggal di sini,” kata Ahmad, warga sekitar. 

Baca Juga:  Pulang dari Rantau, Pria Ini Lari & Menangis Histeris Lihat Orang Tuanya Meninggal

Orang yang pertama kali menemukan para korban adalah anak pemilik gudang bernama Sari.

Ia mengaku mulai curiga setelah mendengar keterangan para pedagang di sekitar gudang itu. 

Menurut para pedagang lain, toko yang dijaga oleh AS dan istrinya tak buka selama dua hari.

Sari pun mendatangi gudang penyimpanan pakaian yang digunakan sebagai tempat tinggal keluarga itu.

“Waktu saya tiba di gudang, pintunya dalam keadaan terkunci. Apalagi setelah saya panggil, mereka juga tak ada respons,” tutur Sari. 

Kemudian, Sari berusaha mengintip ke balik pintu gudang. Akan tetapi, ia  malah mencium bau tak sedap. Sebab itu, ia meminta warga untuk membantu mencongkel pintu gudang.

Artikel: kompas.tv