Viral Perbandingan Paru-paru Pasien COVID-19, Divaksin Vs Tidak Divaksin

oleh -970 views
Perbandingan Paru-paru Divaksin Vs Tidak Divaksin
Perbandingan Paru-paru Divaksin Vs Tidak Divaksin

Viral beredar foto hasil rontgen paru-paru orang yang terinfeksi virus Corona. Dokter bernama Anne Gabriel-Chan, mengunggah potret perbandingan antara paru-paru milik pasien COVID-19 yang sudah divaksin dengan yang belum divaksin.

Ada empat foto yang ia bagikan. Tiga dari foto tersebut adalah milik orang yang telah melakukan vaksinasi dengan jenis vaksin yang berbeda-beda, mulai dari Sinovac, AstraZeneca, dan Pfizer.

Dalam unggahannya di Facebook, terlihat bahwa tiga paru-paru pasien COVID-19 yang telah divaksin hanya mengalami gejala ringan. Sedangkan salah satu pasien yang tidak divaksin mengalami gejala berupa sesak napas.

“Tiga pasien mengalami gejala ringan hingga hampir tanpa gejala dan satu pasien terengah-engah dan langsung dirawat di ICU. Silakan lihat foto rontgen dada mereka di bawah ini,” tulisnya.

Ketiga pasien yang sudah divaksin kondisi paru-parunya bersih dari bercak bahkan ada yang kondisinya seperti paru-paru sehat.

Sedangkan pasien yang belum divaksin, foto rontgen paru-parunya terlihat keruh dengan bercak yang hampir menutupi seluruh paru-parunya.

“Dia (yang belum divaksin) menderita COVID-19 yang parah, artinya dia memiliki kebutuhan oksigen yang sangat tinggi, perlu dirawat di ICU dan memerlukan prosedur invasif seperti Hemoperfusi,” ujarnya.

Baca Juga:  Terjebak di Kubangan Lumpur Berisi Buaya, Anak Sapi Ini Berhasil Diselamatkan

Keempat foto rontgen pasien COVID-19 menampilkan kondisi paru-paru yang berbeda. Kondisi paling parah terdapat pada pasien yang belum mendapatkan vaksin.

“Ya, Anda masih bisa terpapar COVID-19 meski sudah divaksin. Namun gejalanya seringkali lebih ringan. Anda akan lebih terlindungi dan terhindar dari risiko gejala parah,” kata Dr. Anne Gabriel-Chan.

Ia juga menegaskan tidak ada vaksin yang ‘lebih unggul’ dari vaksin lain. Setiap vaksin dapat menjadi proteksi terbaik di tengah pandemi saat ini.

Dr. Anne Gabriel-Chan mengimbau agar masyarakat tetap melakukan vaksinasi terlepas dari merek vaksin yang diterima. Semakin cepat divaksin, maka semakin cepat pula antibodi seseorang terbentuk.

“Ingatlah bahwa ketiga pasien ini melakukan vaksinasi dengan memakai merek vaksin yang berbeda. Namun semuanya sama-sama hanya mengalami gejala ringan,” ujarnya.